Minggu, 02 Februari 2014

TEORI PENGAMBILAN KEPUTUSAN TENTANG PENGGUNAAN ALAT BANTU PELAJARAN TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada ALLAH  SWT  atas rahmat dan ridho-Nya, kami dapat menyusun makalah  dengan tema PENGARUH PENGAMBILAN KEPUTUSAN TENTANG PENGGUNAAN ALAT BANTU PEMBELAJARAN TERHADAP MOTIVASI SISWA”. Shalawat dan salam semoga tetap berada di haribaan Rasulullah SAW. Para sahabat, ulama, Salafus Shalih, pengikut dan umatnya yang setia hingga akhir zaman nanti. Aamiin....
Dengan disusunnya makalah ini, kami berharap dapat memberikan informasi yang bermanfaat mengenai jenis-jenis tabungan, lembaga bank  syariah di Indonesia dan cara perhitungannya.
            Akhirnya penulis mengharapkan segala kritik, saran, dan masukan demi tersempurnanya makalah ini. Karena kami sadar bahwa tiada gading yang tak retak.

Sidoarjo, 21 Januari 2014
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
            Dunia Pendidikan Nasional saat ini telah berkembang pesat, ini dibuktikan dengan semakin banyaknya berdiri lembaga – lembaga pendidikan baik yang negeri maupun yang swasta yang didirikan oleh sebuah yayasan. Pendidikan menurut Sahertian (1994) adalah usaha sadar yang sengaja dirancangkan untuk mencapai tujuan. Adapun tujuan dari pendidikan nasional adalah membangun Indosnesia seutuhnya yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
            Tujuan Pendidikan Nasional dapat tercapai apabila terdapat komponen – komponen pendidikan yang mendukung. Komponen- komponen tersebut yaitu adanya tujuan pendidikan, subyek didik, pendidik alat dan faktor pendidikan (Sahertian, 1994.)
            Pendidikan Nasional saat ini dibagi menjadi beberapa tingkat mulai dari tingkat dasar, menengah pertama sampai menengah atas. Sedangkan sistem pendidikan nasional selalu berubah - ubah sesuai dengan kebutuhan pendidikan dimana saat ini menggunakan sistem berbasis kompetensi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (dalam Djamarah, 1994) kopetensi adalah kewenangan (kekusasaan) untuk menentukan atau memutuskan sesuatu yang erat kaitannya dengan pemilikkan, pengetahuan, kecakapan, atau ketrampilan, sebagai guru. Dalam sistem ini guru dan siswa dituntut untuk aktif dalam proses belajar mengajar sehingga proses belajar dapat berjalan dengan baik.
            Proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik apabila ada peran serta yang aktif dari siswa selain dari bimbingan guru. Untuk mengaktifkan  peran serta tersebut maka perlu menumbuhkan motivasi siswa dalam belajar. Menurut Masnur, dkk (1987) motivasi belajar adalah hasrat untuk belajar dari seorang siswa yang mana hasrat tersebut bisa berasal dari dalam diri siswa maupun luar diri siswa. Datar dan Liliasari (1986) mengatakan bahwa motivasi dari dalam diri (intristik) merupakan motivasi yang timbul dari dalam diri siswa tanpa ada tekanan dari luar atau individu lain yang terlibat. Sedangkan motivasi yang timbul dari luar diri siswa (ekstrinsik) merupakan motivasi yang timbul dari luar diri individu. Baik yang disebabkan oleh orang lain maupun keadaan alam dan lingkungan dimana salah satunya yaitu alat bantu pelajaran seperti alat peraga, gamabar, dsb.
            Dalam Pendidikan Nasional, pendidikan dasar merupakan pendidikan yang paling awal diberikan kepada anak sekolah dimana pada pendidikan ini anak masih dalam masa perkembangan. Pada masa ini anak mulai tertarik pada sesuatu yang baru, memiliki rasa ingin tahu yang besar dan sifat tersebut masih kental sehingga dalam pengajaran belajarnya perlu diberikan secara menarik, salah satunya diberikan alat peraga yang sesuai.
            Di-era teknologi saat ini perkembangan ilmu pengetahuan begitu pesat terutama pada ilmu sains dan teknologi. Ilmu sains sudah mulai diberikan sejak ank masuk sekolah dasar. Ilmu Sains ini terkenal dengan ilmu yang sulit dipelajari di sekolah selain ilmu matematika untuk itu perlu dilakukan cara agar siswa tertarik untuk belajar sains. Salah satu caranya diberikan alat peraga, gambar, dsb.
            Hal ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi siswa untuk belajar ilmu sains sehingga diharapkan siswa menguasai ilmu sains dan mendapatkan prestasi yang bagus pada bidang studi ini.




1.2 RUMUSAN MASALAH 
            Berdasarkan latar belakang diatas, dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :
a.      Apakah terdapat pengaruh penggunaan alat bantu pelajaran terhadap motivasi belajar siswa sekolah dasar ?
b.      Apakah alat bantu peraga bisa membantu siswa untuk mengingat pelajaran yang diberikan ?

1.3 TUJUAN PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN ALAT BANTU
            Tujuan memakai alat bantu bagi guru sekolah dasar adalah untuk menarik belajar siswa agar siswa mudah menerima semua pelajaran yang diberikan guru kelas.










TINJAUAN PUSTAKA
2.1 BELAJAR
            Belajar memiliki beberapa pengertian, diantaranya menurut Suryabrata (1998) yang mengatakan bahwa definisi belajar banyak para ahli yang merumuskannya :
Para ahli tersebut diantaranya :
1.      Cronboch yang mengatakan bahwa “ Learning is shown by a change in behavior as a resull of experience “
2.      Harold spears yang mendefinisikan “ Learning is to observe, to read, to imitade, try something themselves. To listen, to follow direction “.
3.      Me, Geah yang mengatakan bahwa “ Learning is a charge in performance as a result of practice “.
Dari definisi – definisi diatas Suryabrata, (1998) menyimpulkan bahwa hal – hal pokok dari belajar adalah :
·         Bahwa belajar itu membawa perubahan
·         Bahwa perubahan itu pada pokoknya adalah didapatkannya kecakapan baru
·         Bahwa perubahan itu terjadi karena usaha
Selain itu menurut Dahar dan Liliasari, (1986) belajar merupakan salah satu kegiatan individu yang selalu diwarnai oleh sejumlah motivasi belajar, dan untuk mencapai hasil belajar yang diharapkan maka kegiatan belajar hendaknya sejalan dengan motivasi belajar.

2.2 MOTIVASI BELAJAR
            Belajar sebagai proses dari aktifitas sangat dipengaruhi oleh banyak sekali faktor. Suryabrata, (1998) mengemukakan bahwa faktor – faktor yang mempengaruhi belajar siswa dapat dibagi dalam dua bagan besar, yaitu :
1.      Faktor – faktor yang berasal dari siswa yang berupa faktor non sosial dan faktor sosial, Faktor – faktor non sosial contohnya seperti keadaan udara, suhu udara, cuaca, alat- alat yang dipakai untuk belajar, sedangkan faktor – faktor sosialnya berupa manusia yaitu kehadiran manusia lain, dalam proses pembelajaran
2.      Faktor – faktor yang berasal dari dalam diri siswa sendiri yang berupa faktor – faktor fisiologis dan faktor psikologis. Faktor fisiologis adalah faktor yang mempengaruhi kesehatan, contohnya seperti nutrisi yang dideritanya. Sedangkan faktor psikologis adalah faktor yang mendorong aktivitas belajar, seperti adanya minat dan bakat.

Dengan adanya faktor – faktor yang mendukung dari proses belajar diatas diharapkan
timbul motivasi belajar siswa yang kuat pada suatu media pembelajaran. Menurut Tadjah,(1994) motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak pikis dalam diri siswa yang menimbulkan arah pada kegiatan belajar itu demi mendapatkan suatu prestasi yang diharapkan.
            Adapun tujuan dari motivasi belajar yaitu untuk menggerakkan atau menggugah siswa agar timbul keinginan dan kemauan untuk melakukan sesuatu sehingga dapat memperoleh hasil. (Purwanto, 1992) fungsi motivasi dapat di bagi menjadi tiga yaitu :
1.      Mendorong siswa untuk berbuat, motivasi dalam hal ini merupakan motor penggerak siswa dari setiap kegiatan yang dikerjakan.
2.      Menentukan arah / perbuatan, yakni ke arah tujuan yang akan dicapai
3.      Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi gura mencapai tujuan dengan menyisihkan perbuatan – perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tercapainya tujuan- tersebut. Motivasi belajar siswa menunjukkan perkembangan diri yang positif yang ditandai dengan ketertarikan siswa yang tinggi terhadap suatu pembelajaran menggunakan alat pembantu. Indikasi dari peningkatan motivasi menggunakan alat peraga adalah peningkatan akan daya ingat suatu siswa terhadap suatu pembelajaran yang diberikan.
2.3 ALAT BANTU PELAJARAN
            Seperti penjelasan sebelumnya bahwa pendidikan akan berhasil apabila didukung oleh beberapa faktor, salah satunya faktor alat pendidikan. Menurut Sahertian, (1994) mengatakan bahwa alat pendidikan adalah segala usaha yang dengan sengaja digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan, misalnya pengajaran, tata tertib disiplin dan segala tindakan yangdigunakan dalam proses pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan.
            Selain alat pendidikan terdapat juga faktor pendidikan. Yang dimaksud faktor pndidikan adalah segala sesuatu yang secara nyata ada dalam lingkungan pendidikan yang tidak dengan sengaja dapat digunakan oleh pendidik dengan maksud untuk mencapai tujuan pendidikan.
            Selanjutnya menurut Suryabrata, (1998) yang dimaksud alat – alat bantu pelajaran adalah alat- alat yang dipakai untuk belajar, seperti alat tulis – menulis, buku – buku, alat – alat peraga. Alat- alat ini merupakan fakator – faktor yang sangat berpengaruh dalam proses belajar mengajar dan termasuk dalam proses ekstrinsik non sosial, sehingga diharapkan adanya faktor ini proses belajar mengajar menjadi lancar.



HASIL DAN PEMBAHASAN
            Pendidikan adalah usaha manusia atau pendidik untuk penuh tanggungjawab membimbing siswa dalam menuju cita – cita yang akan dicapai, pengaruh pengambil keputusan menggunakan alat bantu untuk siswa adalah suatu alat yang memudahkan pendidik untuk memberi pelajaran yang dibutuhkan siswa agar siswa juga tidak sulit mengingat.
            Pendidik adalah seorang penggerak siswa juga dan penunjang keberhasilan jadi alat peraga adalah alat yang sangat dibutuhkan terkadang siswa malas dan kurang tertarik bila menerima pelajaran karena mereka bosan dengan materi yang monoton jadi keberhasilan alat bantu adalah menumbuhkan semangat siswa juga dalam belajar.
            Setiap pelajaran pendidik sangatlah membutuhkan prasarana dalam menciptakan suatu keberhasilan jadi tindakan kepalah sekolah adalah menyediakan apa alat bantu yang dibutuhkan oleh semua pendidik. Sehingga para pendidik fokus dalam mengajar.
            Peran kepala sekolah juga meningkatkan motivasi belajar agar siswa semangat di sekolah maupun belajar di rumah juga tetap semangat. Jadi apa yang diinginkan dalam keberhasilan untuk mengajar tercipta secara kondusif. Bila siswa senang pendidikpun ikut senang dalam menyampaikan materi sesuai dengan apa yang dibutuhkan siswa dasar.
            Keberhasilan pembelajaran alat bantu adalah sebuah upaya pembelajaran yang harus tetap dilakukan oleh pendidik karena faktor alat adalah kebutuhan siswa dalam menjalani aktifitas belajar, alat pembelajaran ini bersifat efektif karena mempermudah bagaimana siswa bisa melihat langsung alat peraga yang ditunjukkan pendidik dan bisa langsung mengerti bagaimana belajar yang baik.
            Harapan semua pendidik menggunakan alat bantu pengajaran adalah mempermudah menjelaskan pelajaran yang dianggap siswa itu sulit menjadi sangat mudah. Karena siswa bila materi yang diterima sulit mereka malas belajar ataupun menerima materi di sekolah. Pendidik menciptakan siswa yang malas menjadi semangat karena menggunakan alat bantu peraga dalam sekolah.
            Siswa bisa berhasil karena kreatifnya pendidik dalam menciptakan pemebelajaran yang sesuai dengan keinginan siswa. Pendidikpun ikut sering apabila siswa bisa berhasil mendapat nilai yang sesuai.
            Pihak sekolah terutama kepala sekolah akan senang bila siswa – siswi mereka berprestasi dengan menggunakan pembelajaran yang menggunakan alat peraga.
            Penggunaan alat bantu pelajaran berupa alat peraga juga bisa melihat bagaiman siswa itu berminat dalam pembelajaran tersebut. Akan bisa dilihat kreatifnya siswa dalam belajar setelah menerima pembelajaran tersebut.
            Pihmadi dan Widodo, (1991) mengatakan bahwa seorang yang berada pada masa anak sekolah sudah mulai matang untuk belajar yang sebenarnya tidak mau disebut anak – anak lagi. Mereka mau berusaha untuk mencapai sesuatu sebagai perkembangan aktivitas belajar dan menerima teknik alat peraga, sehingga tertarik untuk mengikutinya.
            Purwanto, (1990) mengatakan bahwa dalam proses belajar di sekolah faktor guru dan cara mengajarnya merupakan faktor yang penting. Dimana sikap dan kepribadian guru serta tinggi rendahnya pengetahuan yang dimiliki guru dan bagaimana cara guru itu membuat pembelajaran yang kondusif.

KESIMPULAN
            Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa :
1)      Adanya peningkatan keseriusan dan keaktifan belajar siswa terhadap pembelajaran setelah menggunakan alat bantu pelajaran dalam proses belajar mengajar.
2)      Ada peningkatan keberhasilan belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran menggunakan alat peraga
3)      Ada pengaruh yang positif dari menggunakan alat bantu pembelajaran terhadap motivasi belajar siswa

SARAN
            Berdasarkan kesimpulan diatas dapat dikemukakan saran, yaitu adanya pembelajaran lanjutan dengan menggunakan alat bantu pelajaran terhadap motivasi belajar siswa   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar