KATA PENGANTAR
Puji syukur kami
panjatkan kepada ALLAH SWT atas rahmat dan ridho-Nya, kami dapat
menyusun makalah dengan tema “PENGARUH
PENGAMBILAN KEPUTUSAN TENTANG PENGGUNAAN ALAT BANTU PEMBELAJARAN TERHADAP
MOTIVASI SISWA”. Shalawat dan salam semoga tetap berada di
haribaan Rasulullah SAW. Para sahabat, ulama, Salafus Shalih, pengikut dan umatnya yang setia hingga akhir zaman
nanti. Aamiin....
Dengan disusunnya
makalah ini, kami berharap dapat memberikan informasi yang bermanfaat mengenai
jenis-jenis tabungan, lembaga bank
syariah di Indonesia dan cara perhitungannya.
Akhirnya
penulis mengharapkan segala kritik, saran, dan masukan demi tersempurnanya
makalah ini. Karena kami sadar bahwa tiada gading yang tak retak.
Sidoarjo, 21 Januari 2014
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Dunia Pendidikan Nasional saat ini telah berkembang pesat,
ini dibuktikan dengan semakin banyaknya berdiri lembaga – lembaga pendidikan
baik yang negeri maupun yang swasta yang didirikan oleh sebuah yayasan.
Pendidikan menurut Sahertian (1994) adalah usaha sadar yang sengaja
dirancangkan untuk mencapai tujuan. Adapun tujuan dari pendidikan nasional
adalah membangun Indosnesia seutuhnya yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Tujuan Pendidikan Nasional dapat
tercapai apabila terdapat komponen – komponen pendidikan yang mendukung.
Komponen- komponen tersebut yaitu adanya tujuan pendidikan, subyek didik,
pendidik alat dan faktor pendidikan (Sahertian, 1994.)
Pendidikan Nasional saat ini dibagi
menjadi beberapa tingkat mulai dari tingkat dasar, menengah pertama sampai
menengah atas. Sedangkan sistem pendidikan nasional selalu berubah - ubah
sesuai dengan kebutuhan pendidikan dimana saat ini menggunakan sistem berbasis
kompetensi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (dalam Djamarah, 1994)
kopetensi adalah kewenangan (kekusasaan) untuk menentukan atau memutuskan
sesuatu yang erat kaitannya dengan pemilikkan, pengetahuan, kecakapan, atau ketrampilan,
sebagai guru. Dalam sistem ini guru dan siswa dituntut untuk aktif dalam proses
belajar mengajar sehingga proses belajar dapat berjalan dengan baik.
Proses belajar mengajar dapat
berjalan dengan baik apabila ada peran serta yang aktif dari siswa selain dari
bimbingan guru. Untuk mengaktifkan peran
serta tersebut maka perlu menumbuhkan motivasi siswa dalam belajar. Menurut
Masnur, dkk (1987) motivasi belajar adalah hasrat untuk belajar dari seorang
siswa yang mana hasrat tersebut bisa berasal dari dalam diri siswa maupun luar
diri siswa. Datar dan Liliasari (1986) mengatakan bahwa motivasi dari dalam
diri (intristik) merupakan motivasi yang timbul dari dalam diri siswa tanpa ada
tekanan dari luar atau individu lain yang terlibat. Sedangkan motivasi yang
timbul dari luar diri siswa (ekstrinsik) merupakan motivasi yang timbul dari
luar diri individu. Baik yang disebabkan oleh orang lain maupun keadaan alam
dan lingkungan dimana salah satunya yaitu alat bantu pelajaran seperti alat
peraga, gamabar, dsb.
Dalam Pendidikan Nasional,
pendidikan dasar merupakan pendidikan yang paling awal diberikan kepada anak
sekolah dimana pada pendidikan ini anak masih dalam masa perkembangan. Pada
masa ini anak mulai tertarik pada sesuatu yang baru, memiliki rasa ingin tahu
yang besar dan sifat tersebut masih kental sehingga dalam pengajaran belajarnya
perlu diberikan secara menarik, salah satunya diberikan alat peraga yang
sesuai.
Di-era teknologi saat ini
perkembangan ilmu pengetahuan begitu pesat terutama pada ilmu sains dan
teknologi. Ilmu sains sudah mulai diberikan sejak ank masuk sekolah dasar. Ilmu
Sains ini terkenal dengan ilmu yang sulit dipelajari di sekolah selain ilmu
matematika untuk itu perlu dilakukan cara agar siswa tertarik untuk belajar
sains. Salah satu caranya diberikan alat peraga, gambar, dsb.
Hal ini bertujuan untuk meningkatkan
motivasi siswa untuk belajar ilmu sains sehingga diharapkan siswa menguasai
ilmu sains dan mendapatkan prestasi yang bagus pada bidang studi ini.
1.2 RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang diatas, dapat dirumuskan masalah
sebagai berikut :
a.
Apakah
terdapat pengaruh penggunaan alat bantu pelajaran terhadap motivasi belajar
siswa sekolah dasar ?
b.
Apakah
alat bantu peraga bisa membantu siswa untuk mengingat pelajaran yang diberikan
?
1.3 TUJUAN PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN ALAT BANTU
Tujuan memakai alat bantu bagi guru
sekolah dasar adalah untuk menarik belajar siswa agar siswa mudah menerima
semua pelajaran yang diberikan guru kelas.
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 BELAJAR
Belajar memiliki beberapa
pengertian, diantaranya menurut Suryabrata (1998) yang mengatakan bahwa
definisi belajar banyak para ahli yang merumuskannya :
Para
ahli tersebut diantaranya :
1.
Cronboch
yang mengatakan bahwa “ Learning is shown by a change in behavior as a resull
of experience “
2.
Harold
spears yang mendefinisikan “ Learning is to observe, to read, to imitade, try
something themselves. To listen, to follow direction “.
3.
Me,
Geah yang mengatakan bahwa “ Learning is a charge in performance as a result of
practice “.
Dari definisi – definisi diatas
Suryabrata, (1998) menyimpulkan bahwa hal – hal pokok dari belajar adalah :
·
Bahwa
belajar itu membawa perubahan
·
Bahwa
perubahan itu pada pokoknya adalah didapatkannya kecakapan baru
·
Bahwa
perubahan itu terjadi karena usaha
Selain itu menurut Dahar dan Liliasari, (1986) belajar merupakan salah
satu kegiatan individu yang selalu diwarnai oleh sejumlah motivasi belajar, dan
untuk mencapai hasil belajar yang diharapkan maka kegiatan belajar hendaknya
sejalan dengan motivasi belajar.
2.2 MOTIVASI BELAJAR
Belajar sebagai proses dari
aktifitas sangat dipengaruhi oleh banyak sekali faktor. Suryabrata, (1998)
mengemukakan bahwa faktor – faktor yang mempengaruhi belajar siswa dapat dibagi
dalam dua bagan besar, yaitu :
1.
Faktor
– faktor yang berasal dari siswa yang berupa faktor non sosial dan faktor
sosial, Faktor – faktor non sosial contohnya seperti keadaan udara, suhu udara,
cuaca, alat- alat yang dipakai untuk belajar, sedangkan faktor – faktor
sosialnya berupa manusia yaitu kehadiran manusia lain, dalam proses
pembelajaran
2.
Faktor
– faktor yang berasal dari dalam diri siswa sendiri yang berupa faktor – faktor
fisiologis dan faktor psikologis. Faktor fisiologis adalah faktor yang
mempengaruhi kesehatan, contohnya seperti nutrisi yang dideritanya. Sedangkan
faktor psikologis adalah faktor yang mendorong aktivitas belajar, seperti
adanya minat dan bakat.
Dengan adanya faktor – faktor yang mendukung dari proses
belajar diatas diharapkan
timbul
motivasi belajar siswa yang kuat pada suatu media pembelajaran. Menurut
Tadjah,(1994) motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak pikis dalam
diri siswa yang menimbulkan arah pada kegiatan belajar itu demi mendapatkan
suatu prestasi yang diharapkan.
Adapun tujuan dari motivasi belajar
yaitu untuk menggerakkan atau menggugah siswa agar timbul keinginan dan kemauan
untuk melakukan sesuatu sehingga dapat memperoleh hasil. (Purwanto, 1992)
fungsi motivasi dapat di bagi menjadi tiga yaitu :
1.
Mendorong
siswa untuk berbuat, motivasi dalam hal ini merupakan motor penggerak siswa
dari setiap kegiatan yang dikerjakan.
2.
Menentukan
arah / perbuatan, yakni ke arah tujuan yang akan dicapai
3.
Menyeleksi
perbuatan, yakni menentukan perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi gura
mencapai tujuan dengan menyisihkan perbuatan – perbuatan yang tidak bermanfaat
bagi tercapainya tujuan- tersebut. Motivasi belajar siswa menunjukkan
perkembangan diri yang positif yang ditandai dengan ketertarikan siswa yang
tinggi terhadap suatu pembelajaran menggunakan alat pembantu. Indikasi dari peningkatan
motivasi menggunakan alat peraga adalah peningkatan akan daya ingat suatu siswa
terhadap suatu pembelajaran yang diberikan.
2.3 ALAT
BANTU PELAJARAN
Seperti penjelasan sebelumnya bahwa pendidikan akan berhasil
apabila didukung oleh beberapa faktor, salah satunya faktor alat pendidikan.
Menurut Sahertian, (1994) mengatakan bahwa alat pendidikan adalah segala usaha yang
dengan sengaja digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan, misalnya pengajaran,
tata tertib disiplin dan segala tindakan yangdigunakan dalam proses pendidikan
untuk mencapai tujuan pendidikan.
Selain alat pendidikan terdapat juga
faktor pendidikan. Yang dimaksud faktor pndidikan adalah segala sesuatu yang
secara nyata ada dalam lingkungan pendidikan yang tidak dengan sengaja dapat
digunakan oleh pendidik dengan maksud untuk mencapai tujuan pendidikan.
Selanjutnya menurut Suryabrata,
(1998) yang dimaksud alat – alat bantu pelajaran adalah alat- alat yang dipakai
untuk belajar, seperti alat tulis – menulis, buku – buku, alat – alat peraga.
Alat- alat ini merupakan fakator – faktor yang sangat berpengaruh dalam proses
belajar mengajar dan termasuk dalam proses ekstrinsik non sosial, sehingga
diharapkan adanya faktor ini proses belajar mengajar menjadi lancar.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pendidikan adalah usaha manusia atau
pendidik untuk penuh tanggungjawab membimbing siswa dalam menuju cita – cita
yang akan dicapai, pengaruh pengambil keputusan menggunakan alat bantu untuk
siswa adalah suatu alat yang memudahkan pendidik untuk memberi pelajaran yang
dibutuhkan siswa agar siswa juga tidak sulit mengingat.
Pendidik adalah seorang penggerak
siswa juga dan penunjang keberhasilan jadi alat peraga adalah alat yang sangat
dibutuhkan terkadang siswa malas dan kurang tertarik bila menerima pelajaran
karena mereka bosan dengan materi yang monoton jadi keberhasilan alat bantu
adalah menumbuhkan semangat siswa juga dalam belajar.
Setiap pelajaran pendidik sangatlah
membutuhkan prasarana dalam menciptakan suatu keberhasilan jadi tindakan
kepalah sekolah adalah menyediakan apa alat bantu yang dibutuhkan oleh semua
pendidik. Sehingga para pendidik fokus dalam mengajar.
Peran kepala sekolah juga
meningkatkan motivasi belajar agar siswa semangat di sekolah maupun belajar di
rumah juga tetap semangat. Jadi apa yang diinginkan dalam keberhasilan untuk
mengajar tercipta secara kondusif. Bila siswa senang pendidikpun ikut senang
dalam menyampaikan materi sesuai dengan apa yang dibutuhkan siswa dasar.
Keberhasilan pembelajaran alat bantu
adalah sebuah upaya pembelajaran yang harus tetap dilakukan oleh pendidik
karena faktor alat adalah kebutuhan siswa dalam menjalani aktifitas belajar,
alat pembelajaran ini bersifat efektif karena mempermudah bagaimana siswa bisa
melihat langsung alat peraga yang ditunjukkan pendidik dan bisa langsung
mengerti bagaimana belajar yang baik.
Harapan semua pendidik menggunakan
alat bantu pengajaran adalah mempermudah menjelaskan pelajaran yang dianggap
siswa itu sulit menjadi sangat mudah. Karena siswa bila materi yang diterima
sulit mereka malas belajar ataupun menerima materi di sekolah. Pendidik
menciptakan siswa yang malas menjadi semangat karena menggunakan alat bantu
peraga dalam sekolah.
Siswa bisa berhasil karena
kreatifnya pendidik dalam menciptakan pemebelajaran yang sesuai dengan
keinginan siswa. Pendidikpun ikut sering apabila siswa bisa berhasil mendapat
nilai yang sesuai.
Pihak sekolah terutama kepala
sekolah akan senang bila siswa – siswi mereka berprestasi dengan menggunakan
pembelajaran yang menggunakan alat peraga.
Penggunaan alat bantu pelajaran
berupa alat peraga juga bisa melihat bagaiman siswa itu berminat dalam
pembelajaran tersebut. Akan bisa dilihat kreatifnya siswa dalam belajar setelah
menerima pembelajaran tersebut.
Pihmadi dan Widodo, (1991)
mengatakan bahwa seorang yang berada pada masa anak sekolah sudah mulai matang
untuk belajar yang sebenarnya tidak mau disebut anak – anak lagi. Mereka mau
berusaha untuk mencapai sesuatu sebagai perkembangan aktivitas belajar dan
menerima teknik alat peraga, sehingga tertarik untuk mengikutinya.
Purwanto, (1990) mengatakan bahwa
dalam proses belajar di sekolah faktor guru dan cara mengajarnya merupakan
faktor yang penting. Dimana sikap dan kepribadian guru serta tinggi rendahnya
pengetahuan yang dimiliki guru dan bagaimana cara guru itu membuat pembelajaran
yang kondusif.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa :
1) Adanya peningkatan keseriusan dan
keaktifan belajar siswa terhadap pembelajaran setelah menggunakan alat bantu
pelajaran dalam proses belajar mengajar.
2) Ada peningkatan keberhasilan belajar
siswa dalam mengikuti pembelajaran menggunakan alat peraga
3) Ada pengaruh yang positif dari
menggunakan alat bantu pembelajaran terhadap motivasi belajar siswa
SARAN
Berdasarkan kesimpulan diatas dapat dikemukakan
saran, yaitu adanya pembelajaran lanjutan dengan menggunakan alat bantu
pelajaran terhadap motivasi belajar siswa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar