PENDERITA ODHA (Orang dengan HIV/AIDS)
DI KOTA
SURABAYA
Disajikan dalam bentuk diskusi
kelas Bahasa Indonesia
Jurusan Akuntansi STIE YPM
Sidoarjo
Ngelom Megare, 30 November
2013
DISUSUN OLEH :
Luluk Wahyu Widhowaty (242213106)
JURUSAN AKUNTANSI
SEMESTER I
FAKULTAS EKONOMI
SEKOLAH TINGGI
ILMU EKONOMI YPM
TAMAN SIDOARJO
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI...................................................................... ..... i
BAB I..................................................................................... 1
PENDAHULUAN........................................................................................ 1
I.1 Latar Belakang......................................................................... ...... 1
I.2 Rumusan Masalah........................................................................... 2
I.3 Tujuan Penulisan............................................................................. 2
BAB II.................................................................................... 3
PEMBAHASAN.......................................................................................... 3
II.1 Faktor Penyebab terjadinya ODHA................................................ 3
II.2 Gejala Dan Ciri – Ciri Penderita ODHA......................................... 3
II.3 Cara Menekan Pertumbuhan ODHA di Kota Surabaya................ 4
BAB III................................................................................... 6
III.1 KESIMPULAN................................................................................... 6
III.2 SARAN............................................................................................. 6
DAFTAR PUSTAKA................................................................... i
BAB I
PENDAHULUAN
I.1 LATAR BELAKANG
Pengertian ODHA, ODHA adalah suatu singkatan yang diberikan kepada
Orang Dengan HIV/AIDS. Yang dimaksudkan
dalam singkatan itu adalah, seseorang yang positif menderita penyakit HIV/AIDS.
Pada saat ini, kota Surabaya adalah kota yang memiliki penderita ODHA terbanyak
di propinsi JawaTimur. Berdasarkan informasi dari Direktur Jenderal
Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL). Kementrian Kesehatan
Prof dr Tjandra Yoga Aditama telah mencatat data. Usia penderita ODHA, sebagai
berikut:
USIA
|
JUMLAH PERSENTASE
|
15 - 19
tahun
|
3,4 %
|
20 - 24
tahun
|
15,1 %
|
21 – 49
tahun
|
73 %
|
(sumber :
health.liputan6.com)
Menurut Kristina 2005, yang dikutip
syaiful 2000. Mengatakan bahwa “ dalam bahasa inggris, orang yang terinfeksi
HIV/AIDS itu disebut PLWHA (People Living With HIV/AIDS), sedangkan kalau di
Indonesia kategori ini diberi sebutan ODHA( Orang dengan HIV/AIDS)dan OHIDA
(Orang yang hidup dengan HIV/AIDS).
Sedangkan menurut peraturan daerah
propinsi jawa timur, Orang Dengan HIV/AIDS. Yang disingkat dengan ODHA. Adalah
orang yang sudah terinfeksi HIV baik pada tahap belum bergejala maupun yang
sudah bergejala
Penderiata ODHA di Kota Surabaya, terus
mengalami peningkatan. Hal ini sesuai dengan data Dinas Kesehatan kota
Surabaya.Yang disampaikan Kepala Dinkes, Esty Martiana tercatat sebagai berikut
:
Tahun
|
Jumlah Kasus
|
2007
|
214
kasus
|
2008
|
262
kasus
|
2009
|
257
kasus
|
(sumber:
indocropcircles.wordpress.com)
Maka dapat disimpulakan dari data
diatas,bahwa jumlah penderita ODHA di Kota Surabaya terus mengalami
peningkatan.
I.2
RUMUSAN MASALAH:
Berdasarkan latar
belakang, maka dapat ditarik masalah sebagai berkikut :
1. Apa
faktor penyebab terjadinya penderita Odha?
2. Bagaimana
gejala –gejala dan ciri – ciri penderita odha?
3. Bagaimana
cara menekan pertumbuhan penderita odha?
I.3 TUJUAN
PENULISAN
Berdasarkan
rumusan masalah, maka dapat ditarik tiga butir tujuan sebagai berikut.
1.
Menjelaskan faktor penyebab terjadinya penderita odha
2.
Mendiskripsikan gejala- gejala dan ciri – ciri penderita odha.
3.
Menjelaskan cara menekan pertumbuhan penderita
odha.
BAB II
PEMBAHASAN
II.1 FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA PENDERITA ODHA
Faktor
penyebab seseorang menderita ODHA, adalah karena beliau terjangkit virus
HIV/AIDS. Yaitu virus yang memperlemah kekebalan tubuh manusia sehingga orang
yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi opurtunistik
ataupun mudah terkena tumor, namun ketika orang mengidap penyakit HIV. Belum
tentu pula orang tersebut mengidap virus AIDS. Karena virus AIDS, adalah
sekumpulan gejala dan infeksi yang timbul karena rusaknya system kekebalan
tubuh manusia akibat virus HIV.
Virus AIDS menyerang sel darah putih khusus yang disebut
T- Iymphocytes Pada umumnya virus ini ditularkan memalui kontak langsung,
seperti:
o
Darah, air mani, cairan vagina, cairan
preseminal, dan air susu ibu.
o
Melalui hubungan intim yang berganti –
ganti pasangan
o
Transfusi darah
o
Penggunaan jarum bersama (akupuntur,
jarum tattoo,jarum tindik)
o
Antara Ibu dan bayi selama kehamilan,
kelahiran dan menyusui
II. 2 GEJALA DAN CIRI- CIRI
PENDERITA ODHA
Gejala
dan ciri- ciri penderita ODHA, dapat dilihat dalam beberapa aspek, sebagai
berikut:
II.2.a)
Gejala seseorang penderita ODHA
Dalam masa
inkubasi virus HIV/AIDS, seseorang penderita ODHA. Akan mengalami beberapa
gejala. Sebagai berikut :
o
Demam tinggi yang berkepanjangan
o
Penderita akan mengalami nafas pendek.
Batuk nyeri dada dan demam
o
Hilangnya nafsu makan, mual dan muntah
o
Mengalami diare yang kronis
o
Penderita akan kehilangan berat badan
tubuh, hingga 10 % dibawah normal.
o
Batuk berkepanjangan
o
Infeksi jamur pada mulut dan
kerongkongan
o
Pembekakan kelenjar getah bening
diseluruh tubuh, dibawah telinga, leher, ketiak dan lipatan paha
o
Kurang ingatan
o
Sulit berkonsentrasi
o
Respon anggota gerak melambat
o
Sering nyeri dan kesemutan pada telapak
tangan dan kaki
o
Terjadi serangan virus cacar air dan
cacar api, serta dll (sumber: penyakithivaids.com)
II.2.b)
Ciri –Ciri Penderita ODHA
Penderita
ODHA, ialah seseorang yang mengidap penyakit HIV/AIDS. Kebanyakan orang
mengetahui korban HIV/AIDS dari media, dan belum mengetahui ciri- ciri pasti
orang yang terkena virus tersebut. Dan dibawah ini adalah 13 ciri- ciri orang
yang terkena virus tersebut.
1. Demam
mendadak
2. Kelelahan
3. Demam
terus- menerus
4. Kelenjar
getah bening bengkak
5. Sakit
tenggorokan
6. Kulit
jadi lebih sensitive
7. Mual
dan diare
8. Perubahan
Kuku
9. Berkeringat
jika malam
10. Infeksi
genital atau herpes
11. Kaki
dan tangan kesemutan
12. Bingung
dan hilang ingatan
13. Siklus
menstruasi tidak teratur
II.3
CARA MENEKAN PERTUMBUHAN ODHA DI KOTA SURABAYA
Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk
menekan bertambahnya penderita odha, yaitu melalui beberapa aspek. Sebagai
berikut :
- Pencegahan melalui pihak
masyarakat
dari
masyarakat ini, bisa mencakup pencegahan anak, ibu hamil, keluarga dan remaja..
Jika pencegahan dari anak melalui
- Pencegahan melaui pihak
Instansi Pemerintah
Diharapkan
kepada Instansi Pemerintah, untuk selau berperan aktif dalam melaksanakan
program pencegahan penularan dari orang tua ke anak (PPIA), menjalankan
Pencegahan penularan HIV melalui transmisi seksual dan pelaksanaan program
pencegahan dampak buruk akibat napza melalui layanan metadon dan layanan alat
suntik steril,
BAB III
PENUTUPAN
III.
1 KESIMPULAN
Berdasarkan
pembahasan dimuka, dapat ditarik tiga kesimpulan. Sebagai berikut.
- Terjadinya penderita ODHA,
karena penderita terjangkit virus HIV/AIDS. Pada umunya virus ditularkan
karena adanya kontak langsung.
- Ada 13 gejala dan ciri- ciri
penderita ODHA.
- Pencegahan untuk bertumbuhnya
ODHA, dapat dilakukan melaui sekolah, lingkungan, dan keluarga.
Berdasarkan kesimpulan diatas, maka dapat diajukan saran – saran kepada pihak – pihak
sebgai berikut :
o
Untuk Lingkungan
Hendaknya kepada
masyarakat umum,untuk selalu melakukan pengawasan terhadap lingkungan sekitar.
Jika terdapat hal- hal yang memungkinkan terjadinya penularan virus HIV/AIDS.
Seperti pergaulan bebas pada remaja, penyalahgunaan narkotika, penggunaan jarum
suntik yang tak sesuai. Diharapkan untuk melapor kepada lembaga kesehatan,
maupun lembaga keamanan terdekat, seperti puskesmas atau kepolisian
o
Untuk Instansi Pemerintah
Diharapkan selalu untuk, memperbaiki fasilitas layanan Infeksi Menular
Seksual (IMS) di daerah – daerah, dan meningkatkan kegiatan akses testing serta akses
pengobatan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar