Minggu, 02 Februari 2014

PENDERITA ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) DI KOTA SURABAYA

PENDERITA ODHA (Orang dengan HIV/AIDS)
 DI KOTA SURABAYA

MAKALAH
Disajikan dalam bentuk diskusi kelas Bahasa Indonesia
Jurusan Akuntansi STIE YPM Sidoarjo
Ngelom Megare, 30 November 2013



DISUSUN OLEH :


Luluk Wahyu Widhowaty          (242213106)

JURUSAN AKUNTANSI SEMESTER I
FAKULTAS EKONOMI


SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI YPM

TAMAN SIDOARJO

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI...................................................................... ..... i
BAB I..................................................................................... 1
PENDAHULUAN........................................................................................ 1
I.1 Latar Belakang......................................................................... ...... 1
I.2 Rumusan Masalah........................................................................... 2
I.3 Tujuan Penulisan............................................................................. 2
BAB II.................................................................................... 3
PEMBAHASAN.......................................................................................... 3
II.1 Faktor Penyebab terjadinya ODHA................................................ 3
II.2 Gejala Dan Ciri – Ciri Penderita ODHA......................................... 3
II.3 Cara Menekan Pertumbuhan ODHA di Kota Surabaya................ 4
BAB III................................................................................... 6
III.1 KESIMPULAN................................................................................... 6
III.2 SARAN............................................................................................. 6
DAFTAR PUSTAKA................................................................... i


BAB I
 PENDAHULUAN

 I.1 LATAR BELAKANG

            Pengertian ODHA, ODHA adalah suatu singkatan yang diberikan kepada Orang Dengan HIV/AIDS.  Yang dimaksudkan dalam singkatan itu adalah, seseorang yang positif menderita penyakit HIV/AIDS. Pada saat ini, kota Surabaya adalah kota yang memiliki penderita ODHA terbanyak di propinsi JawaTimur. Berdasarkan informasi dari Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL). Kementrian Kesehatan Prof dr Tjandra Yoga Aditama telah mencatat data. Usia penderita ODHA, sebagai berikut:

USIA
JUMLAH PERSENTASE
15 - 19 tahun
3,4  %
20 - 24 tahun
15,1 %
21 – 49 tahun
73 %
(sumber : health.liputan6.com)

Menurut Kristina 2005, yang dikutip syaiful 2000. Mengatakan bahwa “ dalam bahasa inggris, orang yang terinfeksi HIV/AIDS itu disebut PLWHA (People Living With HIV/AIDS), sedangkan kalau di Indonesia kategori ini diberi sebutan ODHA( Orang dengan HIV/AIDS)dan OHIDA (Orang yang hidup dengan HIV/AIDS). Sedangkan menurut  peraturan daerah propinsi jawa timur, Orang Dengan HIV/AIDS. Yang disingkat dengan ODHA. Adalah orang yang sudah terinfeksi HIV baik pada tahap belum bergejala maupun yang sudah bergejala

Penderiata ODHA di Kota Surabaya, terus mengalami peningkatan. Hal ini sesuai dengan data Dinas Kesehatan kota Surabaya.Yang disampaikan Kepala Dinkes, Esty Martiana tercatat sebagai berikut :
Tahun
Jumlah Kasus
2007
214 kasus
2008
262 kasus
2009
257 kasus
(sumber: indocropcircles.wordpress.com)
           
Maka dapat disimpulakan dari data diatas,bahwa jumlah penderita ODHA di Kota Surabaya terus mengalami peningkatan.



I.2 RUMUSAN MASALAH:

            Berdasarkan latar belakang, maka dapat ditarik masalah sebagai berkikut :
1.      Apa faktor penyebab terjadinya penderita Odha?
2.      Bagaimana gejala –gejala dan ciri – ciri penderita odha?
3.      Bagaimana cara menekan pertumbuhan penderita odha?

I.3 TUJUAN PENULISAN

            Berdasarkan rumusan masalah, maka dapat ditarik tiga butir tujuan sebagai berikut.
1.      Menjelaskan faktor penyebab terjadinya  penderita odha
2.      Mendiskripsikan gejala- gejala dan  ciri – ciri penderita odha.
3.      Menjelaskan cara menekan pertumbuhan penderita odha.



BAB II
PEMBAHASAN

II.1 FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA PENDERITA ODHA

            Faktor penyebab seseorang menderita ODHA, adalah karena beliau terjangkit virus HIV/AIDS. Yaitu virus yang memperlemah kekebalan tubuh manusia sehingga orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi opurtunistik ataupun mudah terkena tumor, namun ketika orang mengidap penyakit HIV. Belum tentu pula orang tersebut mengidap virus AIDS. Karena virus AIDS, adalah sekumpulan gejala dan infeksi yang timbul karena rusaknya system kekebalan tubuh manusia akibat virus HIV.
            Virus AIDS menyerang sel darah putih khusus yang disebut T- Iymphocytes Pada umumnya virus ini ditularkan memalui kontak langsung, seperti:
o   Darah, air mani, cairan vagina, cairan preseminal, dan air susu ibu.
o   Melalui hubungan intim yang berganti – ganti pasangan
o   Transfusi darah
o   Penggunaan jarum bersama (akupuntur, jarum tattoo,jarum tindik)
o   Antara Ibu dan bayi selama kehamilan, kelahiran dan menyusui

II. 2 GEJALA DAN CIRI- CIRI PENDERITA ODHA

        Gejala dan ciri- ciri penderita ODHA, dapat dilihat dalam beberapa aspek, sebagai berikut:

II.2.a) Gejala seseorang penderita ODHA
          Dalam masa inkubasi virus HIV/AIDS, seseorang penderita ODHA. Akan mengalami beberapa gejala. Sebagai berikut :
o   Demam tinggi yang berkepanjangan
o   Penderita akan mengalami nafas pendek. Batuk nyeri dada dan demam
o   Hilangnya nafsu makan, mual dan muntah
o   Mengalami diare yang kronis
o   Penderita akan kehilangan berat badan tubuh, hingga 10 % dibawah normal.
o   Batuk berkepanjangan
o   Infeksi jamur pada mulut dan kerongkongan
o   Pembekakan kelenjar getah bening diseluruh tubuh, dibawah telinga, leher, ketiak dan lipatan paha
o   Kurang ingatan
o   Sulit berkonsentrasi
o    Respon anggota gerak melambat
o   Sering nyeri dan kesemutan pada telapak tangan dan kaki
o   Terjadi serangan virus cacar air dan cacar api, serta dll (sumber: penyakithivaids.com)

II.2.b) Ciri –Ciri Penderita ODHA

            Penderita ODHA, ialah seseorang yang mengidap penyakit HIV/AIDS. Kebanyakan orang mengetahui korban HIV/AIDS dari media, dan belum mengetahui ciri- ciri pasti orang yang terkena virus tersebut. Dan dibawah ini adalah 13 ciri- ciri orang yang terkena virus tersebut.
1.      Demam mendadak
2.      Kelelahan
3.      Demam terus- menerus
4.      Kelenjar getah bening bengkak
5.      Sakit tenggorokan
6.      Kulit jadi lebih sensitive
7.      Mual dan diare
8.      Perubahan Kuku
9.      Berkeringat jika malam
10.  Infeksi genital atau herpes
11.  Kaki dan tangan kesemutan
12.  Bingung dan hilang ingatan
13.  Siklus menstruasi tidak teratur

II.3 CARA MENEKAN PERTUMBUHAN ODHA DI KOTA SURABAYA

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menekan bertambahnya penderita odha, yaitu melalui beberapa aspek. Sebagai berikut :

  1. Pencegahan melalui pihak masyarakat
dari masyarakat ini, bisa mencakup pencegahan anak, ibu hamil, keluarga dan remaja.. Jika pencegahan dari anak melalui

  1. Pencegahan melaui pihak Instansi Pemerintah
Diharapkan kepada Instansi Pemerintah, untuk selau berperan aktif dalam melaksanakan program pencegahan penularan dari orang tua ke anak (PPIA), menjalankan Pencegahan penularan HIV melalui transmisi seksual dan pelaksanaan program pencegahan dampak buruk akibat napza melalui layanan metadon dan layanan alat suntik steril,



BAB III
PENUTUPAN
III. 1 KESIMPULAN
            Berdasarkan pembahasan dimuka, dapat ditarik tiga kesimpulan. Sebagai berikut.
  1. Terjadinya penderita ODHA, karena penderita terjangkit virus HIV/AIDS. Pada umunya virus ditularkan karena adanya kontak langsung.
  2. Ada 13 gejala dan ciri- ciri penderita ODHA.
  3. Pencegahan untuk bertumbuhnya ODHA, dapat dilakukan melaui sekolah, lingkungan, dan keluarga.

III. 2 SARAN
Berdasarkan kesimpulan diatas, maka dapat  diajukan saran – saran kepada pihak – pihak sebgai berikut :

o   Untuk Lingkungan
Hendaknya kepada masyarakat umum,untuk selalu melakukan pengawasan terhadap lingkungan sekitar. Jika terdapat hal- hal yang memungkinkan terjadinya penularan virus HIV/AIDS. Seperti pergaulan bebas pada remaja, penyalahgunaan narkotika, penggunaan jarum suntik yang tak sesuai. Diharapkan untuk melapor kepada lembaga kesehatan, maupun lembaga keamanan terdekat, seperti puskesmas atau kepolisian

o   Untuk Instansi Pemerintah
Diharapkan selalu untuk, memperbaiki fasilitas layanan Infeksi Menular Seksual (IMS) di daerah – daerah, dan meningkatkan  kegiatan akses testing serta akses pengobatan.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar